Pasal Pelanggaran Lalu Lintas Yang Wajib Ditaati Pengendara

pelanggaran lalu lintas pelanggaran lalu lintas
Ada beberapa pasal pelanggaran lalu lintas yang wajib ditaati dan dipatuhi oleh para pengendara, baik roda dua maupun roda empat. Sebab, pasal-pasal tersebut mengatur tata tertib serta etika seseorang dalam mengemudikan kendaraan. Umumnya, ada peraturan khusus tentang lalu lintas yang telah diatur oleh pemerintah. Aturan tentang jalan raya ini telah diatur oleh Undang-Undang Lalu Lintas. Sehingga, isi aturan tersebut wajib dipatuhi dan ditaati oleh pengendara. Selain itu, masing-masing pasal yang terkandung dalam Undang-Undang Lalu Lintas ini memiliki vonis atau hukuman berbeda-beda. Jadi, pihak kepolisian tentu berpedoman pada Undang-Undang Lalu Lintas dalam memutuskan perkara pelanggaran di jalan raya. Bahkan, pengemudi bisa saja dikenakan pasal berlapis karena melanggar aturan lalu lintas hingga menyebabkan orang lain luka berat, cacat permanen, hingga meninggal dunia. Anda bisa saja dipidana hingga 6 tahun atau membayar denda maksimal 12 juta rupiah. Pasal Pelanggaran Lalu Lintas yang Sering Dilanggar oleh Pengemudi Kendaraan Sebagai pengemudi, Anda wajib mematuhi aturan lalu lintas agar selamat sampai ke tujuan. Namun, masih banyak pengemudi “nakal” yang sering melakukan pelanggaran lalu lintas. Sehingga, pelanggaran-pelanggaran tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri. Melainkan juga dapat membahayakan pengendara lain dan dapat menyebabkan kecelakaan fatal. Oleh karena itu, ini dia beberapa pasal dalam Undang-Undang yang kerap dilanggar oleh pengendara. Diantaranya adalah sebagai berikut ini : Pasal 281 Ayat 1 Undang-Undang Lalu Lintas Aturan pertama yang kerap dilanggar oleh pengemudi ini terkandung pada pasal 281 ayat 1 Undang-Undang Lalu Lintas. Pasal tersebut mengatur tentang pengendara wajib memiliki dan membawa SIM (Surat Izin Mengemudi). SIM adalah lisensi yang wajib dimiliki oleh pengendara. Ada beberapa jenis SIM di Indonesia, sesuai dengan jenis kendaraan yang dikemudikan. Apabila pengemudi tidak memiliki SIM, maka Anda bisa saja dikenakan kurungan 4 bulan atau denda 1 juta rupiah. Pasal 285 Ayat 2 Undang-Undang Lalu Lintas Aturan kedua yang sering dilanggar oleh pengemudi adalah pasal 285 ayat 2 Undang-Undang Lalu Lintas. Pasal ini memuat tentang spesifikasi kendaraan yang sedang digunakan. Setiap kendaraan wajib menggunakan kelengkapan seperti spion, knalpot standar, dan lain-lain. Jika tidak, maka pengemudi dikenakan kurungan 2 bulan atau denda 500 ribu rupiah karena melanggar pasal pelanggaran lalu lintas. Pasal 287 Ayat 2 Undang-Undang Lalu Lintas Dan pasal terakhir yang kerap dilanggar oleh pengemudi adalah menerobos lampu merah. Pasal ini mengatur pengemudi wajib mematuhi aturan tentang berhenti di lampu merah. Jika terbukti melanggar, maka pengemudi bisa saja dihukum kurungan 3 bulan atau denda 750 ribu rupiah. Ada banyak contoh pelanggaran lalu lintas akibat menerobos lampu merah hingga menyebabkan seseorang celaka. Inilah Prosedur Sidang Bagi Pelanggar Lalu Lintas Apabila pengemudi tertangkap basah melanggar aturan lalu lintas, maka petugas kepolisian akan melakukan tindakan sesuai dengan Undang-Undang. Umumnya, petugas akan melakukan tindak penilangan kepada pengemudi. Setelah itu, petugas akan memberikan lembar tilang kepada pengemudi yang melanggar aturan. Ada dua lembar tilang yang bisa Anda pilih, yakni lembar biru untuk membayar denda pelanggaran lalu lintas ke bank terdekat. Lembar merah digunakan untuk mengikuti sidang pelanggaran di pengadilan setempat. Dan jangan lupa ketahui tanggal sidang untuk pelanggar aturan lalu lintas yang mengambil lembar slip merah. Kemudian, datang ke pengadilan setempat untuk mengikuti sidang. Lalu, hakim akan memutuskan vonis sesuai dengan pasal pelanggaran lalu lintas yang dilanggar oleh pengemudi. Jadi, hakim memutuskan berdasarkan Undang-Undang dan bukan atas asumsi pribadi. Langkah selanjutnya, Anda akan diwajibkan membayar denda pelanggaran lalu lintas sesuai dengan putusan hakim. Jika telah membayar denda sesuai dengan putusan hakim, maka Anda berhak mendapatkan kembali jaminan yang telah disita oleh pihak kepolisian. Umumnya, SIM atau STNK yang menjadi jaminan tilang jika seseorang terbukti melakukan pelanggaran dalam berkendara di jalan raya. Apabila pengemudi tidak dapat menunjukkan SIM maupun STNK, maka kendaraan yang digunakan akan disita oleh pihak kepolisian sebagai jaminan tilang. Dan perlu Anda ketahui, pengemudi akan dikenakan pasal berlapis karena tidak dapat menunjukkan SIM maupun STNK di hadapan petugas kepolisian. Sehingga, denda yang dibayar pun semakin besar. Sebagai pengemudi, Anda harus paham serta mentaati aturan lalu lintas. Jika tidak, maka resiko kecelakaan di jalan raya cukup besar. Maka dari itu, ketahui pasal pelanggaran lalu lintas yang wajib dipatuhi agar tidak dikenakan denda maksimal.