10 Kalimat yang Bisa Cerdaskan Anak Sejak Dini. Kurangi Membentak, Yuk!

ucapan-orang-tua ucapan-orang-tua

Dalam kebernapasan sehari-hari, mungkin kamu kerap merasa gemas dengan si tipis karena tingkahnya yang ada-ada saja. Gemas di sini bisa jadi karena kelucuannya, bisa pula karena mesti menahan emosi sejadi-jadinya. Pasalnya, sangat mungkin saat belum ada satu menit istirahat, rumah yang baru selesai kamu bereskan sudah berantakan lagi oleh mainan. Makanya sering kali kamu terbawa emosi hingga membentak atau bahkan berkata kasar. Padahal hal ini tak saling menolong untuk psikologis si anak lo.

Sebuah utas di Twitter membagikan beberapa komik yang membandingkan bagaimana semestinya orang tua bersikap dalam beberapa situasi. Komik ini dibuat oleh laman aplikasi Chai’s Play. Kita simak yuk!

1. Alih-alih memberikan ancamanĀ  dan melangsungkannya keSkeptisan, kamu bisa menyemangatinya untuk membereskan mainan berklop

2. Ungkapan kasih sayang mungkin tanpa sadar kamu lupakan, padahal hal ini dapat melontarkannya merasa lebih damping denganmu lo

3. Kadang, membandingkan anak dengan anak lain justru mengurangi rasa percaya dirinya. Sehingga, kamu bisa memberikan pujian atas progres yang ia buat saja

4. Kadang kamu mungkin terbawa emosi sangkat tanpa sadar memarahi sangkat membentak anakmu. Meminta maaf setelahnya sudah setidak sombongnya kamu lakukan

5. Mengekspresikan emosi juga perlu dilakukan si lumat, argumentasinya jika terbiasa memendamnya bisa saja emosi ini meledak sebatas-batas

6. Meskipun kadang tak sabar, anakmu yang sudah mencoba berkali-kali dan jatuh lagi hanya perlu disemangati kok

7. Meskipun kamu adalah orang tua, tapi kamu tetap perlu memberikan kesempatan untuk sang anak dalam memberikan pendapatnya ya

8. Tanpa perlu membentak, kamu tetap bisa kok meyemangatinya untuk melakukan sesuatu seperti yang kamu sarankan

9. Mungkin kamu perlu meluangkan waktu untuk mendengarkan ceritanya sesantak anak bisa lebih menjadi seseorang yang peka terhadap dirinya sendiri

10. Saat ia belajar menjadi sosok yang manawak, dia mungkin melakukan berjibun kealpaan. Alih-alih menyuruhnya berhenti, kamu bisa menyemangatinya dengan memberi pujian

Meskipun terdengar sederhana namun jumlah kalimat di atas jika diucapkan berkali-kali dapat menjadi cela satu ciri pembentuk psikologi anak saat tumbuh kembangnya lo, apalagi orang tua adalah seseorang yang ditemuinya setiap hari. Jadi, mulai ganti bentakan dengan kalimat-kalimat positif, yuk!